JIKA Anda dan pasangan menginginkan bayi laki-laki, di bawah ini hal-hal yang patut dicoba:

Membilas Mrs V Dengan Air dan Soda

Larutan dibuat dengan campuran 1 gelas air dan ditambahkan 2 sendok makan garam soda (natrium bikarbonat soda). Larutan soda ini untuk menurunkan kadar keasaman vagina, sehingga sperma Y lebih terjamin hidupnya dan bisa melewati liang vagina menuju rahim untuk membuahi sel telur..

Biarkan Istri Anda Orgasme Terlebih Dulu

Membiarkan istri mencapai orgasme lalu disusul dengan suami.. Cairan yang dihasilkan wanita yang terlebih dulu orgasme akan lebih mendukung pergerakan sperma Y untuk lebih cepat sampai ke sel telur.

Lakukan Posisi Knee-Chest

Posisi ini diduga bisa membuat sperma Y meluncur cepat melalui liang vagina, rahim, dan sampai ke sel telur. Posisi dimana suami berhubungan seksual dengan istri dari belakang disebut juga posisi doggie style.

Berpuasa Sementara

Anda disarankan untuk meningkatkan kuantitas sperma terlebih dulu. Dianjurkan suami menabung sperma atau tidak melakukan ejakulasi selama kira-kira 7-8 hari. Dengan jumlah sperma yang lebih banyak per mililiternya, kemungkinan mendapatkan anak laki-laki juga meningkat.

Artikel Terkait :

2 komentar
  1. badrusoleh Senin, 08 Agustus, 2011  

    wah oke juga untuk di praktekan nih"""

  2. Ki Ajar Alang Alang, Putra Radian Kolosingo, Trah Ki Ageng Mangir Senin, 04 Februari, 2013  

    Menarik, kunjungi blogku juga ya!!

    http://pahlawan-kali-sunter.blogspot.com/2013/01/makam-ambo-mayangsari-istri-pangeran.html

    Makam istri Pangeran Purbaya ini terletak di Kampung Cimpaeun Tapos Depok Jawa Barat, Pangeran Purbaya adalah putra Sultan Ageng Tirtayasa Banten yang berperang dengan anaknya sendiri Sultan Haji (Putra mahkota yang takut tahtanya dialihkan ke Pangeran Purbaya) yang berdiri dipihak VOC Belanda, Mbah Nyai Ambo Mayangsari masih keturunan dari Ki Kartaran atau Purwagalih keturunan Prabu Siliwangi yang bermakam di dalam kompleks Kebun Raya Bogor. Peranan Ambo Mayangsari dalam peperangan Banten dengan VOC sangat vital, sebab beliaulah yang mengatur logistik dan pengadaan dana pelarian, dua panglima lainnya adalah Mbah Riin (Arifin) Reksobuwono yang dimakamkan di atas rumah potong hewan Tapos dan Mbah Dalem Kuning Lie Suntek yang dimakamkan di tepi mata air Kali Sunter Cilangkap Tapos Depok. Ambo Mayangsari adalah tokoh pejuang perempuan yang mampu menyadarkan arti kemerdekaan sehingga Letnan VOC Untung berbalik memusuhi tentara VOC yang ikut menangkap Pangeran Purbaya, bahkan Letnan VOC Kueffler mati ditusuk bayonet Letnan Untung karena menghinakan Pangeran Purbaya dan Ambo Mayangsari yang telah terikat. Letnan Untung akhirnya menuju Mataram Surakarta ke Jawa Timur karena mendapat mandat Pangeran Purbaya untuk mengawal istri Pangeran Purbaya yang lain yaitu Nyai Gusik Kusuma, putri dari adipati Nerangkusumo dari Mataram Surakarta.

Poskan Komentar